Perbedaan antara metode penelitian kualitatif dan metode kuantitatif!
Metode penelitian kualitatif adalah metode penelitian yang berlandaskan pada filsafat postpositivisme, diguakan untuk meneliti pada kondisi objek yang alamiah dimana peneliti adalah sebagai instrumen kunci, pengambilan sampel sumber data dilakukan secara purposive dan snowbaal, teknik pengumpulan dengan triangulasi, analisis data bersifat induktif/kualitatif, dan hasil penelitian kulaitatif lebih menekankan makna daripada generalisasi. Berikut beberapa contoh judul penelitian kualitatif :
1. Model Perencanaan Pendidikan di Era Otonomi Daerah
2. Profesionalisme Pejabat Pengelola Pendidikan di Era Otonomi Daerah
Metode penelitian kuantitatif dapat diartikan sebagai metode penelitian yang berlandaskan pada filsafat positivisme, digunakan untuk meneliti pada populasi atau sampel tertentu, teknik pengambilan data pada umumnya dilakukan secara random, pengumpulan data menggunakan instrumen penelitian, analisis data bersifat kuantitatif/statistik dengan tujuan untuk menguji hipotesis yang telah ditetapkan. Contoh judul penelitian kuantitatif : “ GAYA DAN SITUASI KEPEMIMPINAN KEPALA SEKOLAH SERTA PENGARUHNYA TERHADAP IKLIM KERJA ORGANISASI SEKOLAH “
Perbedaan antara metode kualitatif dan metode kuantitatif meliputi tiga hal, yaitu perbedaan tentang aksioma, proses penelitian, dan karakteristik penelitian itu sendiri.
a. Perbedaan Aksioma
PERBEDAAN AKSIOMA ANTARA METODE KUALITATIF DAN KUANTITATIF
| Aksioma Dasar | Metode Kualitatif | Metode Kuantitatif |
| Sifat realitas | Dapat diklasifikasikan, konkrit, teramati dan terukur | Ganda, holistik, dinamis, hasil konstruksi dan pemahaman |
| Hubungan peneliti dengan yang diteliti | Independen, supaya terbangun obyektivitas | Interaktif dengan sumber data supaya memperoleh makna |
| Hubungan variabel | Sebab-akibat ( kausal ) | Timbal balik ( interaktif ) |
| Kemungkinan generalisasi | Cenderung membuat generalisasi | Hanya mungkin dalam ikatan konteks dan waktu |
| Peranan nilai | Cenderung bebas nilai | Terikat nilai-nilai yang dibawa peneliti dan sumber data |
b. Proses Penelitian
Perbedaan antara metode penelitian kualitatif dan kuantitatif dapat dilihat dari proses penelitian. proses dalam metode penelitian kuantitatif bersifat linier dan kualitatif bersifat sirkuler.
Proses penelitian kuantitatif bersifat linier, dimana langkah-langkahnya jelas, mulai dari rumusan masalah, berteori, berhipotesis, mengumpulkan data, analisis dan membuat kesimpulan dan saran.
Proses penelitian kualitatif yang bersifat sirkuler melalui tiga tahapan yaitu tahap orientasi atau desripsi, tahap reduksi atau fokus, dan tahap selection.
c. Karakteristik Penelitian
KARAKTERISTIK METODE KUANTITATIF DAN KUALITATIF
| No | Metode Kuantitatif | Metode Kualitatif |
| 1 | A. Desain a. Spesifik, jelas, rinci, b. Ditemukan secara mantap sejak awal c. Menjadi pegangan langkah demi langkah | A. Desain a. Umum b. Fleksibel c. Berkembang, dan muncul dalam proses penelitian |
| 2 | B. Tujuan a. Menunjukkan hubungan antar variabel b. Menguji teori c. Mencari generalisasi yang mempunyai nilai prediktif | B. Tujuan a. Menemukan pola hububgan yang bersifat interaktif b. Menemukan teori c. Menggambarkan realitas yang kompleks d. Memperoleh pemahaman makna |
| 3 | C. Teknik Pengumpulan Data a. Kuesioner b. Observasi dan wawancara terstruktur | C. Teknik Pengumpulan Data a. Participant obervation b. In depth interview c. Dokumentasi d. Tringulasi |
| 4. | D. Instrumen Penelitian a. Tes, angket, wawancara terstruktur b. Instrumen yang telah terstandar | D. Instrumen Penelitian a.Peneliti sebagai instrumen (human instrument) b. Buku catatan, tape recorder, kamera, handycam, dan lain-lain |
| 5 | E. Data a. Kantitatif b. Hasil pengukuran variabel yang di operasionalkan dengan menggunakan instrumen | E. Data a. Deskriptif kualitatif b. Dokumen pribadi, catatan lapangan, ucapan dan tindakan responden, dokumen dan lain-lain |
| 6 | F. Sampel a. Besar b. Representatif c. Sedapat mungkin random d. Ditentukan sejak awal | F. Sampel a. Kecil b. Tidak representatif c. Purposive, snowball d. Berkembang selama proses penelitian |
| 7 | G. Analisis a. Setelah selesai pengumpulan data b. Deduktif c. Menggunakan statistik untuk menguji hipotesis | G. Analisis a. Terus menerus sejak awal sampai akhir penelitian b. Induktif c. Mencari pola, model, tema, teori |
| 8 | H. Hubungan dengan Responden a. Dibuat berjarak, bahkan sering tanpa kontak supaya objektif. b. Kedudukan peneliti lebih tinggidari responden c. Jangka pendek samapi hipotesis dapat dibuktikan | H. Hubungan dengan Responden a. Empati, akrab supaya memperoleh pemahaman yang mendalam b. Kedudukan sama bahkan sebagai guru, konsultan c. Jangka lama, sampai datanya jenuh, dapat ditemukan hipotesis atau teori |
| 9 | I. Usulan Desain a. Luas dan rinci b. Literatur yang berhubungan dengan masalah, dan variabel yang di teliti c. Prosedur yang spesifik dan rinci langkah-langkanya d. Masalah dirumuskan dengan spesifik yang jelas e. Hipotesis dirumuskan dengan jelas f. Ditulis secara rinci dan jelas sebelum terjun ke lapangan | I. Usulan Desain a. Singkat, umum bersifat sementara b. Literatur yang digunakan bersifat sementara, tidak menjadi pegangan utama c. Prosedur bersifat umum, seperti akan merencanakan tour atau piknik d. Masalah bersifat sementara dan ditemukan setelah studi pendahuluan e. Tidak dirumuskan hipotesis, karena judtru akan menemukan hipotesis f. Fokus penelitian ditetapkan setelah diperoleh data awal dari lapangan |
| 10 | J. Kapan Penelitian dianggap Selesai? Setelah semua kegiatan yang direncanakan dapat diselesaikan | J. Kapan Penelitian dianggap Selesai? Setelah tidak ada data yang dianggap baru atau jenuh |
| 11 | K. Kepercayaan terhadap Hasil Penelitian Pengujian validitas dan reabilitas instrumen | K. Kepercayaan terhadap Hasil Penelitian Pengujian kredibilitas, depenabilitas, proses dan hasil penelitian |
apa yang dimaksud dengan masalah ?
Masalah dapat diartikan sebagai penyimpangan antara apa yang seharusnya dengan apa yang benar-benar terjadi, antara teori dengan praktek, antara aturan dengan pelaksanaan, antara rencana dengan pelaksanaan. Stonner ( 1982 ) mengemukakan bahwa masalah-masalah dapat diketahui atau dicari apabila terdapat penyimpangan antara pengalaman dengan kenyataan, antara apa yang direncanakan dengan kenyataan, adanya pengaduan, dan kompetisi.
a. Terdapat penyimpangan antara pengalaman dengan kenyataan
Di dunia ini yang tetap hanya perubahan, namun sering perubahan itu tidak diharapkan oleh orang-orang tertentu, karena akan dapat menimbulkan masalah. Sebagai contoh, orang yang biasanya menjadi pimpinan pada bidang pemerintahan harus berubah ke bidang pendidikan. Hal ini pada awalnya tentu akan menimbulkan masalah.
b. Terdapat penyimpangan antara apa yang telah direncanakan dengan kenyataan
Suatu rencana yang telah ditetapkan, tetapi hasilnya tidak sesuai dengan tujuan dari rencana tersebut, maka tentu ada masalah. Contohnya ketika tumbangnya Orde Baru yang kemudian digantikan dengan reformasi, diharapkan harga-harga turu, ternyata tidak, sehingga timbul masalah. Dengan adanya kebijakan MBS, kualitas pendidikan akan meningkat, tapi ternyata tidak. Apakah masalahnya sehingga apa yang telah direncanakan tidak menghasilkan kenyataan yang sesuai.
c.
Dalam suatu organisasi sekolah yang tadinya tenang tidak ada masalah, ternyata setelah ada pihak tertentu yang mengadukan produk maupun pelayanan yang diberikan, maka timbul masalah dalam organisasi itu. Dengan demikian masalah penelitian dapat digali dengan cara menganalisis isi pengaduan.
d.
Adanya persaingan atau kompetisi sering dapat menimbulkan masalah besar, bila tidak dapat memanfaatkan untuk kerja sama. Contohnya dalam bidang pendidikan, lembaga-lembaga pendidikan yang unggul di dalam negeri, akan timbul masalah setelah ada perguruan tinggi asing yang boleh beroperasi di Indonesia.
